Proses Panen Buah Pepaya dan pemasarannya

Informasi terbaru Proses Panen Buah Pepaya dan pemasarannya Bulan

A. Pemetikan Buah Pepaya

Pepaya dapat dipanen muda, tua, atau matang. Hal itu bergantung pada tujuan memanennya dan juga disesualkan dengan tingkat kematangannya. Biasanya, Pepaya untuk sayur dipanen pada waktu masih muda, sedangkan untuk pepaya buah, biasanya diperlukan pepaya matang.
Apabila untuk dikirimkan ke tempat yang jauh, hendaknya pepaya dipanen setengah matang. Jika untuk dimakan sendiri, pepaya dipanen matang. Tingkat kematangan pepaya dapat dilihat pada perubahan warnanya. Perhatikan ciri-ciri berikut.


Pemetikan buah pepaya


1.Buah Muda
Buah muda warnanya masih hijau; buähnya masih keras. Jika warnanya masih hijau pekat, buah ini masih dapat bertambah besar.

2. Buah Hijau Masak
Buah yang warnanya hijau masak tidak dapat besar lagi.

3.Warna Peralihan
Apabila pada ujung buah mulai ada garis¬garis yang berwarna kekuning-kuningan, buah mulai setengah masak.

4. Setengah Masak
Apabila hampir seluruh buah berwarna kekuning-kuningan, buah sudah setengah masak, tetapi daging buahnya masih keras.

5. Buah Masak
Warna kulit buah yang sudah masak kuning merata, daging buahnya sudah agak lunak.

6. Lewat Masak
Buah yang lewat masak, warnanya sudah kuning merata dan daging buahnya sudah lunak.

B. Cara Memanen buah pepaya

Karena buah pepaya termasuk buah yang cukup besar dan memiliki tangkai buah yang iunak serta memiliki pohon yang tidak terlalu tinggi sehingga ketika memanennya pun tidak sulit. Cara memanennya dengan mematahkan tangkai buahnya secara berhati- hati. Buah yang dipanen jangan sampai dijatuhkan agar tidak rusak atau memar.
Panen pepaya sebaliknya dilakukan pada pagi hari atau sore hari. Kemudian, susunlah buah pepaya dalam keadaan berdiri dengan bagian pangkalnya berada di bawah.
Agar pepaya kelihatan bersih berkilat, kotoran yang menempel pada buah pepaya perlu dibersihkan dengan menggunakan kain pembersih. Kemudian, pepaya slap dipasarkan.

C. Penyadapan Getah buah Pepaya

Getah pepaya mengandung enzim yang bernama papain, yang dapat digunakan untuk melunakkan daging. Untuk mendapatkan getah pepaya dapat diperoleh dengan cars penyadapan.
Buah pepaya dapat mulai disadap setelah berumur 2,5 — 3 bulan. Pada usia itu, buah pepaya hampir matang sehingga hash getahnya paling banyak. Apabila dilakukan penyadapan, pengaruhnya terhadap perkembangan buah akan sangat sedikit. Buah masih tetap dapat dimakan tanpa ada pengaruh terhadap rasa.

Waktu yang baik untuk menyadap getah pepaya adalah pagi hari. Alat sadap yang di gunakan harus terbuat dari bukan logam karena logam berpengaruh terhadap mutu papain yang dihasilkan.
Getah pepaya hasil sadapan harus segera dicampur air dengan perbandingan 1 bagian getah pepaya 4 bagian air. Kemudian, campuran itu dikocok hingga benar-benar tercampur dan biarkan selama ±15 menit. Setelah itu, larutan disaring dengan kertas saring. Hasilnya kemudian dicampur dengan alkohol 80 % sebanyak lima kali dan ditunggu beberapa jam agar terbentuk endapan. Endapan tersebut dikeringkan dengan suhu 60 C (diangin-anginkan) sampai kering. Hasil pengeringan itulah yang dapat dipasarkan.

D. PEMASARAN BUAH PEPAYA


Pemasaran buah pepaya tidak berbeda dengan pemasaran buah-buahan yang lain. Harga hasil tanaman holtikultura sangat cepat sekali berubah karena sangat bergantung pada mutu dan banyaknya panenan. Apabila pepaya dipanen bersamaan dengan panen buah yang lain, tentu saja harga jualnya akan menjadi turun, apalagi buah itu tidak didukung oleh mutu yang baik.
Untuk mendapatkan harga jual yanga tinggi maka pengaturan tanam dan peningkatan mutu hasil harus diperhitungkan.

Ada bebrapa cara pernasaran buah pepaya. Di antaranya sebagai berikut:
a. dijual secara borongan di kebun;
b. dijual kepada tengkulak atau agen;
c. dijual kepada pedagang eceran;
d. dijual Iangsung kepada orang yang memerlukannya.

0 komentar:

Posting Komentar